Seperti diketahui, pada pemilihan calon Walikota-Wakil Walikota Kota Padang periode 2019-2024 ini, terdapat hanya dua pasangan calon (paslon) yang akan bertarung. Yakni Emzalmi-Desri Ayunda dengan nomor urut satu dan Mahyeldi-Hendri Septa nomor urut dua.
“Dari sisi konflik, biasanya kalau hanya dua pasang calon dalam Pilkada potensi konfliknya bisa jadi cukup tinggi. Diantaranya seperti, rentan terjadinya politik identitas berkaitan dengan suku, agama, ras dan antar golongan.
Termasuk politik uang, kampanye hitam (black campaign), penyebaran berita hoax dan sebagainya. Hal ini mungkin dikarenakan pendukung masing-masing paslon menganggap sama-sama memiliki peluang untuk menang, bahkan berbagai cara pun dilakukan agar bisa menjadi pemenang,” cetus mantan Kabag Humas Pemko Padang tersebut.
Mengingat itu, Mursalim juga mengharapkan FKUB Kota Padang dapat mendukung senantiasa tercipta dan terjaganya kerukunan umat beragama di Kota Padang. Salah satunya terciptanya rasa hormat-menghormati dan menghargai antar pemeluk agama dalam menyampaikan informasi dan pendapat.



















































