“Jika mengacu pada Permen BUMN bahwa CSR adalah 2 persen dari laba, kami ingin persentase untuk Kota Padang lebih besar,” ujar Surya Jufri.
Dia mengaku sangat kecewa jika dari Rp22 miliar turun menjadi Rp14 miliar. Padahal masyarakat butuh program unggulan untuk mengatasi masalah ekonomi dan pengangguran.
Data dari PT Semen Padang menyebutkan bahwa saat ini sekitar 97 persen dari alokasi Rp22 miliar sebelumnya telah didistribusikan untuk masyarakat Kota Padang.
Namun, DPRD menilai jumlah tersebut masih jauh dari ideal jika dibandingkan dengan dampak lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan oleh perusahaan di wilayah tersebut.
Pihak DPRD menuntut PT Semen Padang untuk menyiapkan program CSR yang lebih tepat sasaran. Terutama yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi kreatif dan kemandirian masyarakat.
Program-program tersebut diharapkan tidak hanya bersifat konsumtif. Tetapi juga mampu menjadi solusi bagi persoalan isu pemberdayaan yang sedang berkembang saat ini.























































