Sementara itu Ketua DPD persagi Provinsi Sumatera Barat bidang organisasi dan kaderisasi,Edmon.SKM,M.Kes.menuturkan,Indonesia saat ini masih mengalami masalah gizi yaitu stunting. Angka secara nasional pada tahun 2022 sebanyak 26,1 Persen. Bahkan, di beberapa wilayah termasuk Mentawai ini, termasuk salah satu angka stunting yang tinggi.
“Alhamdulillah pada hari ini saya mendengar dari Kepala Dinas Kesehatan Mentawai mengalami penurunan angka stunting yaitu 16,1 persen. Ini merupakan suatu penurunan yang luar biasa. Semoga kabar ini benar-benar data yang valid,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan permasalahan gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi, dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit. Khususnya penyakit yang tidak menular, yaitu Stunting, Wasting, Obesitas dan juga kekurangan zat gizi mikro seperti Anemia.
“Dalam mengatasi masalah stunting, pengurus ahli gizi ini sangat berperan penting untuk mengambil tindakan dalam penanggulangan masalah stunting di Mentawai ini. Seperti upaya pencegahan yaitu pendistribusian tablet tambah darah pada remaja putri.





















































